Friday, December 12, 2008

Guru dan Kekerasan

,
Kemarin ketika saya melihat stasiun TV TVOne dalam acara Apa Kabar Indonesia, saya mendapati bahwa topik yang sedang diperbincangkan di sana adalah "Kekerasan guru sebagai tindak pendisiplinan siswa". Menurut saya cukup memprihatinkan. Nah, dari apa yang saya lihat di TV, saya mencoba untuk mengkritisi beberapa hal dari diskusi tersebut :
  • Guru
    Dalam ungkapan Jawa, guru adalah digugu lan ditiru. Artinya guru menjadi panutan dan akan ditiru oleh murid-muridnya. Ada juga pepatah guru kencing berdiri, murid kencing berlari, yang berarti murid akan meniru apa yang dilakukan gurunya, bahkan lebih dari itu... Kalau gurunya baik, murid akan jadi lebih baik, kalau gurunya buruk, muridnya akan jadi lebih buruk...
    Menurut saya, menjadi guru bukanlah profesi yang mudah, karena guru yang baik harus memperhatikan 2 aspek, yaitu pengajaran dan pendidikan. Pengajaran berarti berhubungan dengan kecerdasan intelektual atau otak sedangkan pendidikan berhubungan dengan kepribadian murid atau pembentukan karakter. Kedua hal ini harus diperhatikan oleh setiap guru demi menjadikan murid-muridnya seorang yang pandai dan berkepribadian luhur.
    Guru juga merupakan sosok yang mulia dengan sebutan pahlawan tanpa tanda jasa. Yah.. memang.. menurut saya itu betul sekali. Guru membantu menjadikan kita sukses, bahkan lebih sukses dari dirinya sendiri. Namun, mereka tidak iri dan malah justru bahagia melihat keberhasilan kita. Bahagia melihat kita akhirnya bisa bekerja, membeli rumah, mobil mewah dan dapat mencukupi kebutuhan keluarga kita sedangkan sampai sekarang mereka tetap menghadapi persoalan hidup di tengah himpitan ekonomi karena gaji yang relatif kecil. Namun, mereka tetap mau menjadi guru yang membantu generasi muda untuk terlepas dari apa yang mereka alami tanpa mengharapkan tanda jasa atau balasan berupa apapun juga, dari siapapun juga.
  • Siswa/Murid
    Siswa/murid adalah seorang pribadi yang sedang menuntut ilmu dan mencari jati diri. Tingkat kedewasaan murid dapat dikatakan sudah pasti lebih rendah dari gurunya, karena memang istilah murid dalam konteks pendidikan formal identik dengan anak-anak. Berbeda dengan mahasiswa, yang sudah dewasa yang seharusnya tahu siapa jati dirinya, kemana arah hidupnya dengan berbagai macam rencana yang dibuatnya dan dapat bertanggungjawab atas hidupnya sendiri. Karena murid belum mampu untuk bertindak seperti mahasiswa, maka perlu peran seorang guru untuk dijadikannya panutan. Karena menjadikan seorang guru sebagai panutan, maka tentunya murid harus menghormati dan menghargai guru.
  • Pada kenyataannya..........

    • Guru kadang-kadang tidak dapat mengendalikan emosinya ketika menghadapi murid-muridnya. Akibatnya proses pendidikan dan pengajaran menjadi terhambat. Lebih parah lagi ketika saya melihat video kekerasan yang dilakukan guru terhadap murid-muridnya padahal peristiwa tersebut ditonton oleh banyak sekali murid-murid yang lain yang notabene adalah anak-anak. Apa jadinya jika sejak kecil mereka sudah akrab dengan hal-hal semacam itu?Dalam bayangan saya, di masa depan akan banyak sekali preman-preman di tanah air tercinta kita ini...
    • Zaman sekarang, murid-murid tidak sedikit yang sering melawan gurunya bahkan sampai pernah melecehkan gurunya. Opini masyarakat tentang penyebab hal ini adalah karena terlalu banyak sinetron di televisi yang menyuguhkan adegan-adegan seperti itu.. Kecil-kecil sudah pacaran, berkelahi bahkan saya pernah melihat sendiri adegan anak SMP menyetir mobilnya sendiri.. Sungguh terlalu... dari segi filmnya sendiri sudah sangat tidak mendidik. Satu hal lagi, lingkungan sekitar tidak lepas dari hal yang mempengaruhi tumbuh kembang anak.

  • Kesimpulan
    Selain guru, peran orang tua sangat penting untuk membentuk karakter murid atau anak. Maka dari itu, walaupun bekerja seharian, orang tua seharusnya tidak menjadikan alasan pekerjaan untuk tidak mengurus dan mendampingi anak.
    Guru juga harus memposisikan diri sebagai panutan murid-muridnya. Maka dari itu guru harus tetap memberikan contoh yang baik kepada murid-muridnya dalam kondisi apapun dan harus dapat mengendalikan diri walaupun kesabaran ada batasnya. Ingat.. guru : Digugu lan ditiru..

0 comments to “Guru dan Kekerasan”

Post a Comment